Sabtu, 27 Februari 2010
Transmisi manual adalah sistem transmisi otomotif yang memerlukan pengemudi sendiri untuk menekan/menarik seperti pada sepeda motor atau menginjak kopling seperti pada mobil dan menukar gigi percepatan secara manual. Gigi percepatan dirangkai didalam kotak gigi/gerbox untuk beberapa kecepatan, biasanya berkisar antara 3 gigi percepatan maju sampai dengan 6 gigi percepatan maju ditambah dengan 1 gigi mundur (R). Gigi percepatan yang digunakan tergantung kepada kecepatan kendaraan pada kecepatan rendah atau menanjak digunakan gigi percepatan 1 dan seterusnya kalau kecepatan semakin tinggi, demikian pula sebaliknya kalau mengurangi kecepatan gigi percepatan diturunkan, pengereman dapat dibantu dengan penurunan gigi percepatan. Pandangan atas dan samping transmisi manual yang ditempatkan dilantai dari Ford dengan 4 kecepatan 1. Synchromesh 2. Susunan gigi percepatan 3. Lihat pula 4. Pranala luar 1. SynchromeshSynchromesh adalah perlengkapan transmisi yang berfungsi untuk menyamakan putaran antar gigi yang akan di-sambung sehingga perpindahan gigi percepatan dapat dilakukan secara mulus. Cara kerjanya saat handel transmisi pada posisi netral, maka synchromesh berada ditengah tidak berpengaruh atau dipengaruhi oleh kedua roda gigi yang ada disampingnya. 2. Susunan gigi percepatanTuas transmisi pada 5 kecepatan pada Mazda Protege. Susunan/layout gigi percepatan transmisi manual tergantung kepada ciri yang biasa digunakan disuatu kawasan, mobil keluaran Asia agak berbeda dengan Eropa, khususnya pada penempatan gigi mundur(R). Penempatan tuas transmisi yang banyak digunakan adalah di lantai tetapi beberapa mobil modern menggunakan tuas transmisi di dashboard ataupun mobil lama yang ditempatkan di setang setir. 2. 1. Tuas transmisi lantai
2. 2. Tuas transmisi di setirTuas transmisi pada Setir Saab96
2. 3. Tuas transmisi sepeda motorTuas gigi percepatan Suzuki SV650S. Corak penukaran gigi percepatan sepeda motor yang lazim digunakan : 6 5 ┘ 4 ┘ 3 ┘ 2 ┘ N 1 Tuas pengungkit gigi percepatan diinjak dengan kaki kiri untuk masuk ke gigi 1 dan diungkit keatas untuk masuk ke gigi 2, 3, dan seterusnya. Bila ingin menurunkan kecepatan, maka tuas pengungkit gigi percepatan diinjak kebawah dari 5 ke 4 ke 3 dan seterusnya. |
Kamis, 07 Januari 2010
Sistem PGM-FI (Programed Fuel Injection)
Sabtu, 28 Februari 2009
Istilah yang sebenarnya dari sistem PGM-FI ini adalah “Programed Fuel Injection”, nama PGM-FI adalah nama yang diberikan Honda untuk sistem penginjeksian bahan bakar yang di kontrol secara elektronik. Sistem PGM-Fi ini mensuplai bahan bakar ke mesin melalui rangkaian injector bahan bakar yang di control oleh engine control module (ECM). Tipe sistem ini mengontrol suplai bahan bakar lebih teliti daripada yang menggunakan system karburator.
Sistem fuel injection mempunyai keistimewaan diatas sistem karburator sebagai berikut.
• Meningkatkan ekonomis bahan bakar
• Meningkatkan emisi
• Meningkatkan response
• Power output yang lebih tinggi
Sistem karburator dan sistem Fuel injection
Pada mesin karburator, bahan bakar mengalir ke saluran udara oleh perbedaan tekanan yang disebabkan oleh aliran udara. Dengan kata lain, volume suplai bahan bakar di control oleh jumlah udara yang mengalir. Selain itu, volume udara juga di atur oleh katup throttle yang di operasikan oleh pedal gas.
Jika kecepatan tinggi diperlukan, sebagai contoh pedal gas diinjak seketika maka langkah berikut akan terjadi penambahan volume suplai bahan bakar:
• Katup throttle akan terbuka oleh tindakan pedal gas tersebut
• Jumlah udara yang mengalir melalui karburator akan bertambah, sehingga
• Sejumlah bahan bakar yang mengalir kedalam saluran udara pun akan meningkat seketika.
Kondisi dengan sejumlah bahan bakar yang sesuai tidak dapat di suplai ke mesin, bagaimanapun kejadian dalam waktu sementara/sekejap tersebut di butuhkan untuk pelaksanaan langkah percepatan. Kondisi ini bisa merusak respon mesin dan meningkatkan tingkat emisi.
Meskipun karburator dilengkapi dengan luas cakupan fungsi dan kemampuan yang berbeda dalam usaha mengatasi kondisi ini dan peningkatan karakteristik respon, tidak ada satu karburator pun yang bisa memberi reaksi dengan tepat keseluruh situasi yang memungkinkan. Selain itu, karburator juga mudah dipengaruhi oleh perubahan temperature udara dan beberapa factor lingkungan lainnya.
Menanggapi factor tersebut diatas, system fuel injeksian telah dikembangkan dengan tujuan membuat kontrol yang pantas dan lebih akurat dalam pensuplaian volume bahan bakar dibawah semua kondisi mesin
Secara spesifik, ECM dalam PGM-FI menentukan kondisi mesin saat itu berdasarkan data yang tersedia dari cakupan sensor-sensor dan menghitung dengan tepat volume suplai bahan bakar yang dibutuhkan. Selanjutnya dengan menginjeksikan volume bahan bakar pada waktu yang paling tepat kedalam intake manifold, system memastikan bahwa mesin memperoleh campuran udara dan bahan bakar yang paling pantas sesuai dengan kondisinya.
Konstruksi Dasar Sistem PGM-FI
Sistem PGM-FI dapat dibagi dalam 3 sub-sistem sebagai berikut:
1. Sistem pemasukan udara (air intake)
Sistem ini mengontrol volume udara yang disuplai ke mesin
2. Sistem suplai bahan bakar
Sistem ini mengirim bahan bakar yang telah diatur dan ditekan injector- injector.
3. Sistem control
Sistem ini menggunakan ECM untuk mengontrol volume bahan bakar dan waktu penginjeksian berdasarkan sinyal dari berbagai sensor.
Selasa, 29 September 2009
Jumat, 25 September 2009
indra lesmana,26september2009
VVT-i , atau lengkapnya variable valve timing-intelligent, adalah teknologi untuk membuat katup isap atau masuk bisa bekerja fleksibel atau luwes sesuai dengan putaran mesin. Dengan demikian, selain membuat kerja mesin makin efisien, masalah yang dihadapi pada putaran rendah dan tinggi pada mesin non-VVT-i bisa diatasi.
Katup pada mesin bisa disamakan pintu pada rumah atau gedung. Nah, kalau orang yang akan masuk sedikit, pintu tidak perlu dibuka lama. Tujuannya agar yang masuk benar-benar yang dibutuhkan. Tetapi, bila orang yang akan masuk banyak, pintu harus dibuka lebih cepat atau awal dan ditutup lebih lama.
Waktu Katup
Saat bekerja pada putaran rendah, mesin memerlukan campuran udara dan bahan bakar yang lebih sedikit. Maklum, tenaga yang harus dihasilkan juga tidak perlu besar. Kendati begitu, gas ditekan lebih dalam, jumlah bahan bakar dan udara yang masuk ke mesin bertambah banyak.
Dengan makin banyak massa udara dan bahan bakar masuk ke dalam mesin dan kemudian dibakar, makin besar tenaga yang dihasilkan. Selanjutnya hal itu dimanfaatkan agar kendaraan melaju pada kecepatan lebih tinggi.
Nah, selama ini, pada mesin non-VVT-i atau konvensional, waktu buka dan tutup katup isap selalu sama, baik saat mesin bekerja pada putaran rendah, maupun tinggi. Kondisi seperti ini tentu saja membuat mesin tidak bisa bekerja optimal dan efisien, baik pada putaran rendah, maupun tinggi.
Bila salah satu diutamakan, misalnya putaran tinggi, seperti mesin balap jadul, pada putaran rendah mesin akan “mbrebet”. Selain itu juga boros konsumsi bahan bakar. Sebaliknya, bila hanya putaran rendah, kerja mesin pada putaran tinggi jadi memble. Solusinya, ya VVT-i!
Dengan adanya VVT-i, saat mesin bekerja pada putaran rendah, waktu buka katup isap tidak perlu lama. Waktu buka katup diperlambat dan tutupnya dipercepat. Toh, bahan bakar yang diperlukan mesin sedikit.
Selanjutnya, bila pedal gas ditekan, hal itu menyebabkan kebutuhan mesin terhadap bahan bakar dan udara makin besar. Katup pun membuka lebih cepat dan waktu menutup diperlambat. Artinya, waktu buka katup lebih lama. Dengan demikian, jumlah udara dan bahan bakar yang masuk ke dalam mesin jadi lebih banyak.
Kendali Komputer
Untuk bisa membuat katup isap membuka dan menutup sesuai dengan kondisi kerja mesin, pada sistem poros kem katup ditambahkan mekanisme VVT-i. Rangkai komponennya antara lain timing rotor, rumah, dan baling-baling (fan) controler, dan katup spul. Semunya disatukan pada poros kem isap.
Controler VVT-i bergerak memutar atau menggeser posisi poros kem. Hasilnya, posisi poros kem berubah. Hal ini menyebabkan waktu buka katup berubah, jadi cepat atau lambat. Controler VVT-i bekerja atas tekanan oli dari katup spul (spool valve) yang mengalirkan ke baling-baling.
Kerja katup spul ini dikendalikan oleh komputer mesin. Komputer mengatur kerja katup spul (tipe solenoid) berdasarkan berbagai informasi yang diterima dari sensor-sensor mesin lain. Dengan demikian, pengaturan pembukaan katup lebih cepat atau lambat jadi lebih efisien dan efektif.
Sistem yang lebih canggih dari VVT-i adalah VVTL-i (variable valve timing and lift-intelligent). Pada sistem, ini bukan hanya waktu buka dan tutup katup isap yang bisa dikontrol sesuai dengan putaran mesin, juga tinggi angkatnya.
Pada putaran tinggi, katup terangkat lebih tinggi. Sementara itu, pada putaran rendah, katup terangkat lebih rendah dari dudukannya. Dengan demikian, selain efisien, hal itu juga menghasilkan tenaga mesin yang mumpuni, baik pada putaran rendah, maupun tinggi. VVTL-i digunakan Toyota pada Celica.
Katup pada mesin bisa disamakan pintu pada rumah atau gedung. Nah, kalau orang yang akan masuk sedikit, pintu tidak perlu dibuka lama. Tujuannya agar yang masuk benar-benar yang dibutuhkan. Tetapi, bila orang yang akan masuk banyak, pintu harus dibuka lebih cepat atau awal dan ditutup lebih lama.
Waktu Katup
Saat bekerja pada putaran rendah, mesin memerlukan campuran udara dan bahan bakar yang lebih sedikit. Maklum, tenaga yang harus dihasilkan juga tidak perlu besar. Kendati begitu, gas ditekan lebih dalam, jumlah bahan bakar dan udara yang masuk ke mesin bertambah banyak.
Dengan makin banyak massa udara dan bahan bakar masuk ke dalam mesin dan kemudian dibakar, makin besar tenaga yang dihasilkan. Selanjutnya hal itu dimanfaatkan agar kendaraan melaju pada kecepatan lebih tinggi.
Nah, selama ini, pada mesin non-VVT-i atau konvensional, waktu buka dan tutup katup isap selalu sama, baik saat mesin bekerja pada putaran rendah, maupun tinggi. Kondisi seperti ini tentu saja membuat mesin tidak bisa bekerja optimal dan efisien, baik pada putaran rendah, maupun tinggi.
Bila salah satu diutamakan, misalnya putaran tinggi, seperti mesin balap jadul, pada putaran rendah mesin akan “mbrebet”. Selain itu juga boros konsumsi bahan bakar. Sebaliknya, bila hanya putaran rendah, kerja mesin pada putaran tinggi jadi memble. Solusinya, ya VVT-i!
Dengan adanya VVT-i, saat mesin bekerja pada putaran rendah, waktu buka katup isap tidak perlu lama. Waktu buka katup diperlambat dan tutupnya dipercepat. Toh, bahan bakar yang diperlukan mesin sedikit.
Selanjutnya, bila pedal gas ditekan, hal itu menyebabkan kebutuhan mesin terhadap bahan bakar dan udara makin besar. Katup pun membuka lebih cepat dan waktu menutup diperlambat. Artinya, waktu buka katup lebih lama. Dengan demikian, jumlah udara dan bahan bakar yang masuk ke dalam mesin jadi lebih banyak.
Kendali Komputer
Untuk bisa membuat katup isap membuka dan menutup sesuai dengan kondisi kerja mesin, pada sistem poros kem katup ditambahkan mekanisme VVT-i. Rangkai komponennya antara lain timing rotor, rumah, dan baling-baling (fan) controler, dan katup spul. Semunya disatukan pada poros kem isap.
Controler VVT-i bergerak memutar atau menggeser posisi poros kem. Hasilnya, posisi poros kem berubah. Hal ini menyebabkan waktu buka katup berubah, jadi cepat atau lambat. Controler VVT-i bekerja atas tekanan oli dari katup spul (spool valve) yang mengalirkan ke baling-baling.
Kerja katup spul ini dikendalikan oleh komputer mesin. Komputer mengatur kerja katup spul (tipe solenoid) berdasarkan berbagai informasi yang diterima dari sensor-sensor mesin lain. Dengan demikian, pengaturan pembukaan katup lebih cepat atau lambat jadi lebih efisien dan efektif.
Sistem yang lebih canggih dari VVT-i adalah VVTL-i (variable valve timing and lift-intelligent). Pada sistem, ini bukan hanya waktu buka dan tutup katup isap yang bisa dikontrol sesuai dengan putaran mesin, juga tinggi angkatnya.
Pada putaran tinggi, katup terangkat lebih tinggi. Sementara itu, pada putaran rendah, katup terangkat lebih rendah dari dudukannya. Dengan demikian, selain efisien, hal itu juga menghasilkan tenaga mesin yang mumpuni, baik pada putaran rendah, maupun tinggi. VVTL-i digunakan Toyota pada Celica.
creatif by: indra lesmana 92
Jumat, 18 September 2009
BIKIN MATIC MU IRIT CEPETAN...........
indra lesmana, 19 september 2009
indra lesmana, 19 september 2009
pakai Skutik karena boros? Ah enggak masalah, karena banyak cara dilakukan untuk mengefisiensikan pemakaian bensin ini. Seperti dipraktikkan Ahmad, mekanik Hansen Motor (HM). Dia eksperimen di Yamaha Mio dengan pakai spuyer motor lain yang sama-sama pakai karbu vakum.
Maksudnya? “Ya, main jet punya Kawasaki Kaze, lalu pilot jet bawaan Honda Karisma,” papar pria biasa disapa Madun ini. Lo, apa istimewanya? “Ukuran spuyer itu lebih kecil dibanding punya Mio.” Wah, ini namanya nyekek, dong? Bukannya tak direkomendasi?
“Emang sih, pabrikan gak rekomendasi. Tapi ya, namanya akal-akalan, tetap aja banyak motormania yang menerapkan!” beber Madun. Oke.. oke... buat wacana, coba jelasin caranya gimana? “Pastinya, selain sediain spuyer tadi, juga karet slang!”
Nah, menurut Madun, karet slang buangan angin dipake biar bukaan jarum skep enggak terlalu gede. “Panjangnya cukup 1,5 cm!” sambar Madun sembari bilang, resepnya ini butuh biaya Rp 30 ribu buat beli repair kit karbu Kaze dan Karisma.
Maksudnya? “Ya, main jet punya Kawasaki Kaze, lalu pilot jet bawaan Honda Karisma,” papar pria biasa disapa Madun ini. Lo, apa istimewanya? “Ukuran spuyer itu lebih kecil dibanding punya Mio.” Wah, ini namanya nyekek, dong? Bukannya tak direkomendasi?
“Emang sih, pabrikan gak rekomendasi. Tapi ya, namanya akal-akalan, tetap aja banyak motormania yang menerapkan!” beber Madun. Oke.. oke... buat wacana, coba jelasin caranya gimana? “Pastinya, selain sediain spuyer tadi, juga karet slang!”
Nah, menurut Madun, karet slang buangan angin dipake biar bukaan jarum skep enggak terlalu gede. “Panjangnya cukup 1,5 cm!” sambar Madun sembari bilang, resepnya ini butuh biaya Rp 30 ribu buat beli repair kit karbu Kaze dan Karisma.
(kiri-kanan) Pilot Jet Kharisma, main jet Kaze dan potongan slang karet |
Atau kalo mau irit, bisa juga hunting ke bengkel umum nyari limpahan spuyer yang tak terpakai. Cara pasangnya, pasti diawali membongkar cover bodi penutup karbu, lalu jok dan bagasi. Okelah, untuk tahap ini, Anda pasti sudah mahir melakukannya.
Setelah peranti pengabut terlihat, tinggal lepas selubung pengikat manifold, slang bensin dan pernafasan. Lalu copot mur pengunci di bawah karbu, tepatnya di tempat bersarangnya pelampung dan spuyer. Ganti spuyer Mio dengan Kaze.
Berikutnya tinggal lepas mur pengikat di tempat bercokolnya per berikut pangkal jarum skep. Selipkan potongan karet slang tadi di tengah per. “Kalo udah, tinggal pasang lagi karbu. Buktiin sendiri khasiatnya,”
creatif by :indra lesmana...
Langganan:
Postingan (Atom)